EQUIL AIR MENERAL PRODUK LOKAL HARGA PASAR GLOBAL

 2020-03-17 10:32:29


Bulan November 2016 kita sempat dihebohkan dengan bahwa Kapolri Tito Karnavian bersama Gubernur DKI Ahok Nampak sedang menikmati hidangan dilengkapi minuman keras dengan botol warna hijau.  Botol yang diduga minuman keras tersebut adalah air mineral dengan merk EQUIL.

Equil termasuk kedalam 13 air mineral termahal di dunia sekelas dengan Bling H2O, SOMA, Veen yang memiliki harga ratusan ribu per botolnya. 

 

Equil adalah air mineral yang di produksi oleh PT Equilindo Asri, lokasi industrinya di Vila D’Equilibrium, pabrik pengemasan Equil yang terletak di kaki Gunung Salak, Sukabumi, Jawa Barat. Pemilliknya di ketahui bernama Morgen Sutanto.

Merk air mineral murni ini sudah cukup dikenal kalangan menengah atas dan ekspatriat. Equil kerap hadir di meja restoran fine dining, hotel bintang lima, hingga meja Istana Negara saat rapat kabinet.  Jika dilihat dari kemasannya, Equil nampak elegan dengan botol warna hijau dan lekuk ke bagian atas.

 

Equil memang tidak seperti air mineral biasa yang banyak tersedia di warung-warung kecil. Selain harganya yang cukup mahal, Air mineral ini memiliki kandungan mineral anorganik, produk Equil juga digunakan untuk berbagai terapi kesehatan.

 

Equil mungkin masih asing di telinga kebanyakan masyarakat Indonesia. Namun merk air mineral murni ini sudah cukup dikenal kalangan menengah atas dan ekspatriat. Equil kerap hadir di meja restoran fine dining, hotel bintang lima, hingga meja Istana Negara saat rapat kabinet.

Jika melihat penampilan kemasannnya yang elegan, banyak orang akan mengira Equil adalah minuman impor. Namun Equil merupakan air mineral murni asli Indonesia produksi PT. Equilindo Lestari milik Morgen Sutanto.

 

Morgen memulai usahanya pada tahun 1997. Ia melihat potensi pasar air mineral murni masih terbuka lebar. Para produsen lokal saat itu hanya bermain dalam produk air minum dalam kemasan (AMDK), sementara air mineral premium masih dikuasai produk impor.  Indonesia yang kaya akan mata air, akan sangat ironis kalau air pun harus mengimpor, pikirnya saat itu.  

Terdapat sejumlah standar ketat yang harus dipenuhi untuk bisa memperoleh izin merek air mineral alami (natural mineral water). Di antaranya yaitu berasal dari sumber mata air, tidak dilakukan treatment apa pun, serta dibotolkan langsung di lokasi sumber mata air.

 

“Pada air mineral murni, tidak boleh dilakukan treatment apa pun. Karena bisa merubah sifat fisika, kimia, mikrobiologi dan radiologi air,” jelas Morgen. Standar tersebut mengacu pada Codex  Alimentarius, sebuah badan yang dibentuk Food and Agriculture Organization (FAO) dan World Health Organization (WHO) untuk standardisasi air layak minum.

Ia juga menceritakan bagaimana perjuangannya meyakinkan BPOM untuk bisa memperoleh izin produksi air mineral alami.

Untuk menjamin kelayakan konsumsi, air diperiksa setiap satu jam sekali, mulai dari sumber sampai masuk dalam botol kemasan.  “Setelah dikemas, air dikarantina, dikultur selama 5 hari untuk  mendeteksi bakteri,”.  Inilah yang membedakan dengan AMDK yang bisanya melalui proses penyaringan atau pemurnian dengan distilasi atau oksidasi.

Equil dikemas dalam botol kaca hijau dengan lekuk elegan. Ia memiliki dua varian produk yaitu natural (tawar) dan sparkling (bersoda).

 

Harganya pun relatif lebih mahal, 1 botol Equil 380 ml setara dengan 20 kali harga air minum kemasan biasa. Karena kemurnian dan kandungan mineral anorganik yang dimiliki, produk Equil juga digunakan untuk berbagai terapi kesehatan. Varian Equil Hydra Tera ini yang biasa dikonsumsi untuk terapi.

 

PT. Equilindo Asri produksinya sangat terbatas, proses pengambilan air dibatasi berdasarkan pada air yang keluar dari mata air saja.  Kondisi ini pula yang menyebabkan jumlah tenaga kerja hanya 45 orang.  Menurut pemiliknya kita hanya memproduksi air mineral sebanyak yang dikasih oleh alam.  Kondisi produksi seperti ini pula yang mendasari penamaan bangunan produksinya dengan nama Villa Equilibrium yang berarti keseimbangan.  Villa Equilibrium seluas 1,1 Ha yang berdiri di atas tanah dengan luas keseluruhan 10 Ha.

 


Top