Meraih Bantuan Pemerintah pada Bidang Industri

 2020-02-26 12:41:12


Cara memperoleh bantuan pemerintah pada Dinas Perindustrian dan ESDM sangat sederhana, 1) IKM terdaftar di data base DPESDM, 2) Usulan atas nama kelompok berbadan hukum lebih diutamakan, 3) pasca pemberian bantuan IKM wajib melaporkan omzet setiap tiga bulan sekali begitu menurut Yana Chefiana Kabid ESDM dan Fasilitasi pada acara forum OPD.  Bagaimana caranya terdaftar IKM tidak perlu datang ke kantor DPESDM formulir dapat diisi dengan google form yang dishare melalui WA.
Usulan yang bisa diakomodir oleh Dinas Perindustrian dan ESDM adalah dari mulai pelatihan fasilitasi perizinan, bantuan kemasan, sertifikasi halal,  analisis kandungan gizi, sertifikasi kompetensi, fasilitasi SNI, Bantuan alat dan mesin, bantuan bangunan produksi serta sertifikasi HAKI.  Sedangkan pada bidang ESDM Dinas hanya bisa membantu mengkoordinasikan dengan Dinas ESDM Propinsi Jawa Barat untuk memfasilitasi perizinan yang luasannya dibawah 5 Ha melalui crash programnya Propinsi Jawa Barat, mengkoordinasikan kebutuhan sumur artesis melalui kerjasama dengan Badan Geologi Kementerian ESDM. 
Peran perindustrian bagi pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Sukabumi,  berdasarkan capaian PDRB tahun 2018 berada pada posisi ketiga setelah pertanian dan perindustrian.  Namun sebenarnya capaian PDRB perindustrian mungkin belum maksimal karena lemahnya system pelaporan.  Dinas Perindustrian memiliki tugas berat untuk mengkompulir laporan produksi industri besar berikut omzet dan cakupan pasarnya.  Tugas itu pun berlaku bagi para IKM binaan, Dinas perindustrian harus memiliki data produksi dan omzet IKM.  Data tersebut selanjutnya akan menjadi bahan untuk diolah menjadi capaian PDRB melalui Badan Pusat Statistik.  
Jumlah IKM di Kabupaten Sukabumi yang sudah tercatat sebanyak 19.148 IKM apabila omzet IKM minimal 1.000.000,- rupiah per bulan maka jumlah omzet IKM di Kabupaten Sukabumi sebesar 229 Milyar rupiah.  Kedepan Kabupaten Sukabumi berharap melalui berbagai fasilitasi pemerintah bisa tembus di angka satu Triliyun rupiah.
IKM yang telah mematuhi pelaporan diantaranya pawon moghes, Dian sebagai owner pawon moghes melaporkan bahwa pada tahun 2019 jumlah transaksi sebanyak 635 transaksi dengan nilai omzet Rp. 54.654.000,-  atau rata Rp. 4.554.500,- per bulan, setelah difasilitasi oleh pemerintah pada akhir tahun 2019 omzet selama dua bulan yakni januari dan Februari 2020 sebanyak 135 transaksi dengan omzet  Rp. 76.018.500,- atau rata-rata per bulan Rp. 38.000.000,- rupiah.  Artinya dengan adanya bantuan fasilitasi pemerintah usaha IKM meningkat delapan kali lipat dari tahun sebelumnya. Apabila keuntungan yang diperoleh sebesar 20 % dari nilai omzet maka pawon moghes bisa menikmati keuntungan rata-rata per bulan sebesar 7,6 juta.
Laporan dari IKM yang sudah pernah dibantu pemerintah sangat diharapkan oleh Dinas Perindustrian dan ESDM untuk mengukur seberapa besar dampak dari fasilitasi pemerintah terhadap kemajuan para pelaku IKM di Kabupaten Sukabumi, tutur yana menutup wawancara.


Top