SUCCSESS STORY

 2020-03-04 10:59:15


              Sri Fitriyani begitu nama salah satu produsen kopi yang sedang naik daun di Sukabumi.  Tidaklah mudah perjuangannya, merintis usaha kopi diawali oleh bapak mertuanya yakni bapak aan pada tahun 2012 kelompoktani Alam Sutera yang terletak di Desa Cipeuteuy Kecamatan Kabandungan. Kopi yang ditanam pada tahun 2012 hanya 5 hektar saat ini telah berkembang menjadi 10,5 Ha, dengan melibatkan 8 petani.  Penanaman dilakukan dengan pola tumpangsari antara tanaman sayuran dengan tanaman kopi, jadi bagi para petani satu kebun dua pendapatan, antara tanaman musiman dengan tanaman tahunan.
Potensi kopi di Kabupaten Sukabumi cukup besar yang tersebar di Kecamatan Gegerbitung, Nyalindung, Kadudampit, Cireunghas, Nagrak, Jampangtengah, Lengkong dan Surade.  Jenis kopi yang dikembangkan para petani yakni jenis arabika dan Robusta kurang lebih luasannya mencapai 300 Ha. Peluang luasnya tanaman kopi di Sukabumi yang mendorong Sri “Piro Coffee” Fitriyani untuk mengolah kopi agar tidak dijual dalam bentuk mentah atau dalam bentuk gabah dan greenbean.
Pada tahun 2015 sri mulai mengolah kopi secara autodidak, jenis olahan kopinya ada yang full wash, red honey, natural dan wine.  Pengolahan kopi ini dibantu dengan 4 orang tenaga kerja.  Kopi dengan cita rasa red honey menjadi unggulannya.   Brand kopi hasil olahan Sri Fitriyani adalah Piro Coffe, karena diawali dengan kebingungan menentukan harga jual kopi.  
Kesungguhan sri untuk mengolah kopi menjadi perhatian pemerintah, baik Dinas Pertanian Bidang perkebunan, maupun Dinas Perindustrian dan ESDM.  Terbukti tahun 2019 ibu satu orang anak ini memperoleh bantuan alat untuk mengolah kopi dari Kementerian Perindustrian.  Selain itu piro coffe juga selalu diajak dalam beberapa event pameran baik tingkat jawa barat nasional bahkan internasional.   Pameran internasional yang diikuti baru-baru ini  pameran di India dengan Kemenpora serta di Thailand bersama DPESDM dan UMMI. Bantuan alat tentunya telah memberikan dampak positif, selain  produk yang lebih bervariasi, juga berdampak terhadap omzet usahanya. 
Diversifikasi Produk parfum kopi untuk pengharum mobil, Kopi roasted, kopi bubuk dengan kemasan 100 gr dan 250 gr, iced kopi serta yang baru realese adalah kopi sachet dengan harga Rp. 10.000,- untuk 12 sachet.  Harga jual jual berkisar antara 15.000 rupiah sampai 90.000 rupiah.
Tahun 2019 Omzet usaha piro coffee melesat mencapai angka 300 juta rupiah dengan laba bersih 139 juta rupiah.  Prestasi ini tidak diperoleh dengan gampang, Sri harus menapaki jalan yang beliku dan penuh kerikil tantangan, diawali dengan keluar masuk toko, coffee shop dan beberapa rumah makan.  Saat ini dalam menjalankan usahanya cukup bermodalkan kuota internet untuk menghidupi aplikasi WhatsApp, IG dan facebook nya saja.
Tekad Sri Fitriyani sebagai owner Piro coffee menorehkan beberapa prestai diantaranya sebagai pemuda inovatif di tingkat Jawa Barat, Prestasi di Kementerian Pemda dan Olahraga, juga sebagai penerima Sukabumi Award tahun 2019.


Top